SEBERAPA PENTINGKAH LITERASI?
Selain itu, literasi juga menentukan seberapa maju dan berkembang suatu peradaban, dan dengan literasi, kita menjadi mengetahui tentang suatu peradaban yang pernah hilang. Sebagai contoh, peradaban Mesir kuno, Mesopotamia, lembah sungai kuning, sungai Indus, dll, tanpa adanya sumber tertulis, atau dalam istilahnya masa sejarah yakni masa ditemukannya sumber tertulis, kita tidak akan mengetahui beberapa hal, yaitu:
Pertama: kita tidak akan mengetahui keberadaan peradaban tersebut. Adalah hal yang mustahil mengetahui sesuatu yang tidak ada tanda tertulis, karena tulisan dalam bentuk apapun menggambarkan kemajuan suatu peradaban. Tanpa ada sumber tertulis, peradaan suatu masa tersebut masuk ke dalam kategori masa pra-sejarah, dimana manusia pada masa itu hanya mengenal peralatan sederhana seperti kapak, batu, dll.
Kedua: Kita tidak akan mengetahui detail-detail tentang peradaban tersebut. Misalnya, siapa rajanya, bagaimana sistem politik, ekonomi, sosial dan budaya, dsb. Dengan mengetahui sumber tertulis (literasi) pada suatu bangsa dan peradaban, kita dapat mempelajarinya.
Ketiga: Kita tidak akan tahu mengetahui rentetan kronologi peradaban manusia dari masa dahulu hingga masa kini serta proses kemajuan yang dimilikinya, karena dengan begitu, kita akan terhindar dari penyebab kegagalan suatu bangsa atau peradaban dan mengambil hikmah yang baik untuk kelangsungan peradaban manusia selanjutnya agar lebih baik lagi.
Dan masih banyak lagi yang bisa kita petik dari betapa pentingya literasi pada peradaban dahulu kala hingga masa kini.
Pada masa abad modern ini, literasi merupakan kunci kemajuan suatu negara. Selain sebagai alat komunikasi dan media informasi, dsb, negara yang penduduknya memiliki literasi yang baik, menandakan bahwa suatu negara tersebut memiliki angka tingkat pendidikan yang tinggi. Karena dengan literasi yang baik, menandakan bahwa suatu bangsa pada negara tersebut memiliki tingkat kepahaman atau kecerdasan yang tinggi. Sebab, semakin banyak penguasaan akan literasi tersebut, semakin banyak pula yang diketahuinya, dan hal ini akan melatih tingkat berpikir yang lebih tinggi lagi akan suatu hal, baik itu dalam membaca data,hipotesis, analisis, prediksi, proyeksi, dll hingga eksperimen yang nantinya akan menghasilkan suatu teori ilmu (teknis/cara) yang dapat dipraktikan atau diterapkan dalam kehidupan yang dapat bermanfaat bagi manusia itu sendiri. Singkatnya tanpa literasi, manusia tidak akan maju seperti saat sekarang ini.
Baca Juga : Ilmu Komputer Membahas Apa Saja?
Jadi, jika ada anak atau generasi kita yang kemamuan literasinya masih kurang seperti membaca, menulis dan berhitung pada tingkat dasar, dampingilah mereka dalam belajar, atau mendatangkan guru les khusus calistung, agar kemampuan dasar yang seharusnya mereka kuasai ditingkat dasar tidak tertinggal. Ada juga beberapa generasi yang tidak bisa membaca saat sudah bekerja, bahkan sampai masa kini. Hal ini disebabkan dari berbagai faktor. Misalnya masa Covid 19, dimana siswa harus belajar dari rumah, dan hal yang sangat tidak menguntungkan jika ia masih duduk di kelas dasar awal. Kemudian kurang perhatian orangtua dalam mendampingi belajarnya, baik dari segi waktu, kemamuan dll, juga ekonomi keluarga yang kurang memadai dalam menghadirkan guru les, dll, pada saat Pandemi Covid 19 yang lalu. Hal ini tentu menjadi perhatian yang sangat serius dalam dunia pendidikan, khususnya bagi si anak, dan umumnya bagi generasi penerus bangsa selanjutnya.
Untuk itu, mari bersama-sama kita tingkatkan literasi kita, dimulai dari rajin membaca, menulis dan berhitung. Malas membaca adalah gembok, dan membaca adalah kuncinya. Membaca membuka jendela dunia dan wawasan yang luas dimulai dari membaca. Bacalah hal-hal yang sederhana terlebih dahulu, sebab, perjalanan jauh dimulai dari satu langkah kecil dari rumah. Orang yang banyak membaca pasti banyak tahu, dan orang yang banyak tahu, pasti dibilang orang pintar. Dan orang pintar, cenderung dikategorikan sebagai orang yang cerdas, walaupun antara cerdas dan pintar itu berbeda. Cerdas adalah bawaan genetik, sedangkan pintar diperoleh jika ia belajar. Orang cerdas, jika tidak belajar, akan terlihat bodoh, karena tidak tahu apa-apa. Tetapi, jika orang cerdas belajar, ia akan pintar dan memperoleh prestasi yang cemerlang dan karir yang gemilang. Demikian juga sebaiknya, jika ia orang yang biasa-biasa saja, apabila ia belajar, ia akan pintar, walaupun sebodoh-bodohnya anak, jika ia belajar, lama-kelamaan ia akan pintar juga. Akan tetapi, jika ia biasa-biasa saja, dan juga tidak belajar, jawabannya anda pasti akan tahu, ada isi saja sendiri. Untuk itu, jalan satu-satunya hanya belajar, dan orang yang belajar syarat utamanya mesti bisa membaca, orang yang sudah bisa membaca, mau tak mau mesti pandai menulis, juga berhitung. Dan apapun posisi anak kita, baik ia cerdas maupun biasa-biasa saja, jika belajar, pasti akan pintar.
Jadi jawaban untuk pertanyaan pada judul di atas yaitu " Seberapa pentingkah literasi?" Tentu anda dapat menjawabnya dengan mudah sesuai dengan situasi anda saat ini. Tulis jawaban anda pada kolom komentar, agar kita bisa saling berbagi informasi.
Demikian, semoga bermanfaat.
Baca Juga : 10 Unique Things & People Only Found in Cyprus

